Berita

Dialog Nasional Indonesia Maju, Bersama Menteri Pariwisata, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Menteri Sosial RI

3000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Nusa Tenggara Barat (NTB) memadati Convention Hall Lombok Raya Hotel, Mataram, NTB, Sabtu, 7 Juli 2018. Para mahasiswa ini hadir untuk mengikuti Dialog Nasional Indonesia Maju bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Sosial Idrus Marham. Sebagai moderator, ditunjuk Pakar Komunikasi Politik Effendy Ghazali.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB Lalu Mohammad Faozal mengatakan, dialog ini membawa energi baru. “Dialog Nasional 15 ‘Indonesia Maju’ ini event yang hebat. Ada banyak informasi dan pencerahan yang akan didapat oleh audience. Apalagi, narasumber yang ditampilkan memang luar biasa di bidangnya. Mereka sangat mengispirasi,” kata Faozal, Kamis.

Menurut Lalu Faozal, ada banyak hal yang publik harus tahu terkait berbagai capaian yang diraih pemerintah saat ini. “Sesuai dengan eventnya, audience juga bisa mengajukan beberapa pertanyaan kepada narasumber. Dengan begitu publik menjadi lebih jelas dan semakin teredukasi,” terang Faozal lagi.

Dalam dialog tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia sebagai negara besar harus bergerak cepat demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, persaingan bukan persoalan besar atau kecilnya sebuah negara, namun lebih pada persoalan siapa cepat memakan yang lambat.

“Indonesia sekarang tumbuh tiga kali lipat dibandingkan dengan dunia. Pariwisata Indonesia tumbuh 22 persen,” ujar Menteri Arif. Terkait pertumbuhan ekonomi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengingatkan peran mahasiswa dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Partisipasi mahasiswa dapat dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

“Nah partisipasi dari mahasiswa ini penting sekali untuk melakukan KKN. benevitnya apa dari KKN, kalian (mahasiswa) bisa melihat potensi yang sangat besar di Indonesia,” ujarnya.Ia berharap, dalam KKN tematik tersebut para mahasiswa dapat menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat desa dengan melakukan berbagai pendampingan. Menurutnya, kontribusi tersebut sangat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa. Ia mengakui, masih banyak masyarakat di desa yang membutuhkan berbagai pendampingan seperti dalam memanajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Program-program di desa hanya akan berhasil kalau kita lakukan pendampingan. Kalau melakukan pelatihan biayanya akan sangat mahal,” kata Menteri Eko. Menteri Eko mengatakan, pendampingan demi peningkatan sumber daya manusia di desa sangat penting untuk membantu mengatasi kesenjangan. Sebab semakin meningkatnya kesenjangan kaya dan miskin, akan berpotensi besar menimbulkan gejolak sosial.

“Pertumbuhan ekonomi yang pesat tanpa dikurangi kemiskinan akan menimbulkan gejolak social yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan pengurangan gap antara yang kaya dan miskin,” ucapnya.

Tak hanya berdialog, tiga menteri ini juga membagi-bagikan sejumlah laptop dan puluhan tabungan berisi jutaan rupiah kepada puluhan mahasiswa yang hadir.

Comments

Most Popular

To Top