Berita

Jawaban KONI NTB Terkait Penyelenggaraan Event Lombok Marathon 2018

Mataram, 29/01/2018 – Penyelenggaraan kegiatan Lombok Marathon yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama Dinas Pariwisata (Dispar) NTB berlangsung lancar namun ada beberapa kendala yang dihadapi Pihak Penyelenggara dan panitia pada pelaksanaan Event tersebut ,salah satu kendalanya adalah terlambatnya pengiriman medali dan kaos untuk peserta yang tiba di finish dikarenakan ada keterlambatan pengiriman sebagian dari medali dan kaos untuk peserta, dan masalah yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan tersebut adalah adanya kesalah pahaman dari para peserta yang mengira bahwa seluruh peserta akan mendapatkan medali dan kaos pada saat tiba di garis Finish yang tentunya bertentangan dengan tekhnis yang sebenarnya bahwa yang mendapatkan medali dan kaos adalah untuk 500 Finisher pertama, sehingga kesalahpahaman tersebut mengakibatkan banyaknya para peserta yang kecewa akan pelaksanaan Event Lombok Marathon kali ini.

Terkait dengan adanya insiden saat pelaksanaan event tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama dengan Dinas Pariwisata dan panitia pelaksana menggelar Press Comference untuk mengklarifikasi kepada seluruh masyarakat terkait kesalah pahaman yang terjadi pada pelaksanaan Event tersebut.

Dalam acara Press Comference tersebut Kepala Dinas Pariwisata H.Lalu Moh. Faozal, S.Sos.M.Si mengatakan bahwa Apa yg terjadi keamrin di luar skenario kami berdua . Nonteknis memang ada di dispar. Dispar hanya menguatkan dari sisi branding dan venue baik di start atau di finish. Keseluruhan proses kesiapan itu memang kami yg melaksanakan. Semua peserta sudah terdaftar dan semua terlayani dengan baik dan semua peserta juga sudah menempati psoisi penginapan. Belajar dari banyak event di ntb kami sepakat dengan pak ketua KONI. Untuk itu saya mewakili pemerintah ntb menyampaikan permohonan maaf dan mari kita luruskan kenapa bisa terjadi sepert itu.

Dalam Press Comference tersebut Ketua KONI mengatakan “saya selaku ketua koni dan yg bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan event khususnya teknis yg di jalan raya saya mengucapkan minta maaf atas keterlambatan penyediaan medali, karena medali baru datang jam 9 dan 2 hari sebelumnya sudah saya tanyakan ke penyelenggra event. Setiap finisher yg masuk ke garis finish diberi tanda.

Seharusnya Medali diberikan saat para pelari tiba di garis finish dan khusus untuk 500 Finisher pertama Yang membayar untuk event ini hanya 1300 peserta. Peserta lainnya hanya gratis. Yang gratis itu siswa-siswi. Saya sudah sering membuat event dan saya tidak mengambil keuntungan sedikitpun (ungkap Ketua KONI yang menepis Isu bahwa dirinya mendapat keuntungan dari pelaksanaan event tersebut).

Medali itu hanya disiapkan 2000 medali. Masalah yang terjadi hanya kesalah pahaman saja, karena kami sudah mengumumkan di garis start bahwa yang mendapatkan medali dan kaos adalah 500 Finisher pertama.

Kami sudah kerjasama dengan dunia lari sejak 2016 dan berjalan lancar. Terkait koordinasi dengan pak faozal kita sudah sepakat bahwa pak faozal khusus di finish. Kalau masyarakat ntb, pemerintah dan dukungan dari instansi terkaiit Harus ada kesamaan komitmen menghendaki masalah ini, saya siap mencarikan eo yg lebih baik lagi. Harus ada kesamaan komitmen.

KADISPAR NTB dalam acara tersebut menyampaikan bahwa hal tersebut tentuny berdampak pada Kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat . Nah upaya kita bersama tentu harus di dukung oleh teman2 media dan juga seluruh lapisan masyarakat. Paling tidak opini dari masyarakat mampu kita saring bersama. Harapan saya dari teman2-teman pengelola adalah mari kita beajar dari hal-hl yang terjadi dan melakukan pembenahan-pembenahan sehingga kedepannya hal serupa tidak terulang kembali.

Mengingat pelaksanaan Event Rinjani 100 sebentar lagi kita bersama laksanakan dengan terjadinya hal ini kita bersama-sama harus mempersiapkan secara matang untuk event-event selanjutnya agar tidak terjadi hal yang tidak kita harapkan.

Comments

Most Popular

To Top