Berita

Laporan Tourism Crisis Center Dispar NTB – 11/08/2018

Pasca bencana alam Gempa bumi yang mengguncang pulau Lombok dengan kekuatan 7,0 SR dan 6,0 SR mengakibatkan banyaknya sarana dan prasarana pariwisata yang mengalami kerusakan, Kepala Dinas Pariwisata bersama Danlanal Mataram dan Danlanud melakukan pemantauan udara untuk memastikan kondisi di beberapa destinasi seperti 3 Gili, Senggigi dan sekitarnya.

Dari hasil pemantauan tersebut dilaporkan 2 dermaga yang berada di senggigi dan gili trawa mengalami kerusakan yang cukup berat sehingga mengakibatkan kedua dermaga tersebut tidak dapat berfungsi. Sementara 2 dermaga pariwisata yang berlokasi di bangsal dan teluk nara untuk ke bali dan 3 gili dapat berfungsi walau fasilitas pendukung seperti shelter dan terminal serta jembatan menuju dermaga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Ada 12 jembatan yang retak-retak sedikit, tapi secara struktural aman, dan sekarang sudah mulai diperbaiki, dan masih bisa dilalui dengan aman, yang lainnya air PDAM masih bisa berjalan semua. Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 12 sumur bor yang sekarang sudah diaktifkan semua.

Menteri PUPR menyebutkan ada sekitar 22.721 rumah yang rusak, sementara ini ringan 12.778, sedang 723, dan berat 9.220. Kementerian PUPR telah mendatangkan 13 mobil tangki air untuk di distribusikan kepada pengungsi.

Gubernur NTB meminta disediakan tenda yang tahan lama, sekitar 6-7 bulan. Ini nanti sudah didatangkan oleh Bapak Panglima TNI tenda-tenda dari BNPB melalui udara.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, bantuan untuk korban Gempa di Lombok tadi diputuskan, yang berat dibantu dengan Rp50 juta, yang ringan dibantu dengan Rp10 juta, dan sedang Rp25 juta. Untuk rumah, menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, karena kita sudah punya pengalaman di Aceh maupun di Yogya dengan sistem swakelola dikerjakan oleh masyarakat yang namanya REKOMPAK “Jadi masyarakat tidak menonton. Diberi bantuan tapi dia harus kerja sendiri, kita teknisnya kita guide betul. Karena mohon maaf, konstruksi di sana masih sangat sederhana, yang tidak tahan gempa”.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Zainul Majdi mengemukakan, gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) pada Minggu (5/8) yang disusul dengan gempa berkekuatan 6,2 SR pada Kamis (9/8) siang sampai sekarang telah menghancurkan 480-an sekolah. Kemudian rumah sakit rujukan maupun sarana kesehatan sekunder juga banyak yang tertimpa, khususnya rumah sakit kabupaten yang ada di Lombok Utara.

Dalam Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (10/8) siang, menurut Gubernur NTB, telah diputuskan akan disiapkan payung hukum dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) yang menegaskan, walaupun bencana ini tetap ditangani oleh daerah tetapi seluruh dukungan, support itu akan maksimal diberikan oleh pemerintah pusat.

Rapat Terbatas juga menyepakati bahwa sambil berjalan tanggap darurat ini pemerintah memulai proses rehabilitasi dan rekonstruksi diawali dengan pembersihan.

Comments

Most Popular

To Top