Berita

Masyarakat NTB Diminta Tetap Tenang

Pasca gempa bumi yang mengguncang pulau Lombok beberapa waktu lalu, Pada hari Kamis tanggal 08 Agustus 2018 pkl 22.00 wita bermpat di lapangan Lanud TGKH. Muhammad Zainudin Abdu Madjid (ZAM)Rembiga telah berlangsung konfrensi pers Kepala BMKG pusat terkait penyebab gempa pada hari minggu,05 Agustus 2018.

Kepala BMKG pusat Prof. Dwikorita Karnawati,M.Sc, P.Hd di damping oleh Gubernur NTB terpilih Zulkieflimansyah bersama dengan Kabid Seismologi teknik BMKG pusat Dadang Permana, Perwakilan Puslitbang BMKG Rasmid, Koordinator Kepala BMKG NTB Wakodim dan Danlanud Rembiga kolonel nav. Budi Handoyo.

Dalam kesempatan tersebut kepala BMKG pusat menjelaskan terkait penyebab terjadinya gempa dilombok hari Minggu tanggal 05 Agustus 2018 sebelumnya BMKG telah melakukan analisis terhadap gempa tersebut dan dampak gempa tersebut paling parah pada daerah epiceter yaitu di Lombok Utara sehingga kita bisa tahu gempa ini seperti apa, gempa ini terjadi karena pulau Lombok ini merupakan pulau yang berdekatan dengan batuan yang patah atau disebut sesar naik Flores yang mana patahan tesebut panjang yaitu dari Flores sampai Bali, saat patah ada energi kekuatan yang dikeluarkan dari dalam bumi dan ini sudah terjadi 200 tahun yang lalu sehingga gempa kemarin merupakan pengulangan dari 200 tahun yang lalu, BMKG hanya bisa membaca, dari patahan kemarin energi besar dan kuat telah dikeluarkan yang mana energi tesebut merupakan energi yang tersimpan 200 tahun yang lalu namun masih ada energi yang tersisa dan belum keluarkan dan energi tersebut sudah dikeluarkan dengan ditandai guncangan gempa susulan itu merupakan mekanisme alam menuju ke proses stabil menghabiskan energi yang tersisa jika tidak keluar maka masih ada energi yang tersimpan ibarat bom waktu dan untuk gempa kemarin telah dikeluarkan melalui gempa susulan.

Alat BMKG telah mencatat 344 kali dan terasa oleh manusia sebnyak 17 kali, kemungkinan sangat kecil terjadinya gempa yang besar Karena energi yang besar telah dikeluarkan. Untuk gempa susulan akan terus terjadi sampai beberapa Minggu kedepan bahkan sampai maksimalnya 4 Minggu namun dengan guncangan yang kecil dan makin melemah.

Gubernur NTB terpilih Zulkieflimansyah menyampaikan semoga informasi ini dapat menenangkan masyarakat NTB semua sehingga dapat kembali pulang kerumahnya masing-masing meskipun dalam keadaan khawatir dan harus tetap waspada, intinya gempa Utama telah lewat kemudian untuk BMKG agar dalam menyampaikan informasi terkait gempa untuk lebih berhati-hati jng seperti kemarin pada saat kejadian masyarakat NTB khawatir adanya pemberitahuan BMKG potensi terjadinya tsunami namun pada kenyataannya tidak terjadi dan telah dicabut.

Comments

Most Popular

To Top