Berita

Multilateral Naval Exercise Komodo 2018 Resmi Dibuka

Latihan angkatan laut antar negara, Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 dibuka secara resmi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Edi Supandi, Sabtu (5/5). Sedikitnya 51 kapal perang, 11 pesawat dan helikopter, dan 5.500 pasukan angkatan laut dari 36 negara mengikuti kegiatan ini hingga 9 Mei mendatang.

Kirab kota, yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari MNEK ini sangat menarik perhatian masyarakat NTB, karena dalam kegiatan itu menampilkan atraksi atraksi dan kebudayaan yang dimiliki oleh Nusa Tenggara Barat dan beragam pertunjukan dari angkatan laut Indonesia serta para delegasi dari negara negara lain.

Negara peserta antara lain Brunei Darusalam, Uni Emirat Arab, Bangladesh, Vietnam, Filipina, Singapura, China, Polandia, Brazil, Meksiko, Rusia, Australia, Arab Saudi, Amerika Serikat, Peru, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Myanmar, Sri Lanka, Swedia, Pakistan, Turki, Inggris, Spanyol, India, Swedia, Belgia, dan Belanda.

Usai dengan Kirab kota, para Delegasi mengunjungi Maritim Exibition/pameran dari pasukan angkatan laut dan SKPD untuk memperkenalkan produk produk yang dimilikinya. Pukul 19.00 Seluruh Delegasi beserta para tamu undangan di ramu dengan jamuan makan malam oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat bersama seluruh jajaran SKPD yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Multilateral Naval Exercise Komodo ini.

Kasal Laksamana TNI Edi Supandi dalam sambutannya, mengapresiasi kehadiran para delegasi negara-negara peserta MNEK 2018 yang sudah turut hadir dalam latihan bersama ini.

“Dengan latihan bersama ini diharapkan kerjasama diplomasi angkatan laut antar negara bisa lebih mantap, terutama dalam menangani masalah kebencanaan dan masalah-kemanusiaan di laut,” kata Edi Supandi.

MNEK 2018 merupakan latihan non combatan yang digelar tiap dua tahun oleh TNI AL. MNEK di Lombok ini merupakan yang ketiga kalinya setelah pada tahun 2014 digelar di Batam, Kepulauan Anambas dan Natuna, serta tahun 2016 digelar Padang dan Kepulauan Mentawai.

“Inisiasi awal MNEK ini sebenarnya dimulai setelah terjadinya Tsunami di Aceh. Saat itu banyak sekali angkatan laut dari negera-negara lain yang membantu kita, tapi kita sebagai tuan rumah saat itu belum bisa maksimal mengatur koordinasinya. MNEK ini ditujukan untuk merumuskan SOP dalam penanganan bencana alam dan masalah kemanusiaan, bukan saja yang terjadi di Indonesia tetapi juga di negara lain,” katanya.

Ia mengatakan, output yang ingin dihasilkan dalam MNEK ini adalah bagaimana SOP dan teknis pelaksanaan kerjasama angkatan laut antar negara bisa semakin siap, sehingga akan lebih efisien dan taktis ketika suatu bencana alam dan masalah kemanusiaan terjadi.

Menurut dia, kegiatan MNEK 2018 yang akan dilaksanakan hingga 9 Mei mendatang 2018 diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain upacara pembukaan, admiral inspection, pelayaran kebangsaan, pameran maritim, kirab budaya, Mataram Komodo Fun Run dan Fun bike, culinary program, culture performance, city tour, spouse program, kemah pesisir, marine vilage.

Kegiatan sosial juga dilakukan dalam bentuk Medical Civil Activity Program (Medcap) berupa pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, dan masyarakat di Kabupaten Lombok Utara, NTB. Selain itu Engineering Civil Activity Program (Encap) berupa perbaikan bedah rumah di Nusa Penida, Bali, dan perbaikan sarana jalan di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB.

“MNEK juga sangat potensial untuk pariwisata Indonesia, dan saat ini di Lombok juga akan sangat berdampak. Nama MNEK menggunakan Komodo karena hanya di Indonesia ada hewan Komodo ini, kalau kita analogikan orang bicara Kanguru pasti langsung terpikir Australia. Nah dengan Komodo ini kita harap orang lebih mudah mengenal potensi Indonesia,” tukasnya.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih atas dipilihnya Lombok, NTB, sebagai lokasi penyelenggaraan MNEK 2018 ini. Hal ini akan sangat berkontribusi positif pada NTB yang saat ini tengah bergiat membangun sektor pariwisata.

“Ada 5.500 pasukan angkatan laut dari 36 negara yang hadir di sini. Kami harap mereka bisa membawa cerita-cerita baik tentang Lombok, NTB saat mereka kembali ke negaranya, dan akhirnya membuat masyarakat di negara mereka ingin dan tertarik berkunjung ke Lombok ini,” katanya.

Comments

Most Popular

To Top