Berita

Peningkatan Okupansi Berkat Program Lombok Sumbawa Great Sale 2018

Memasuki pertengahan periode Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS), Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Press Comference untuk memberikan pernyataan terkait Pelaksanaan Kegiatan tersebut, Lombok Sumbawa Great Sale yang di-Launching sejak 20 Januari 2018 yang lalu terbukti memberikan dampak yang baik bagi peningkatan tingkat Hunian Kamar, Baik City Hotel maupun Resort. Event tersebut rencananya berlangsung hingga 28 Februari Mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Prov.NTB “H Lalu Moh. Faozal S.Sos M.Si” menyampaikan bahwa telah melakukan Survey secara acak ke hotel-hotel, baik yang ada di kota mataram (City Hotel) maupun di Resort, rata rata occupancy hunian hotel selama pelaksanaan Lombok Sumbawa Great Sale meningkat cukup signifikan, dan tercatat sebanyak 137 Merchant yang terdiri dari Perhotelan,Restaurant,Pusat oleh-oleh,Pusat rekreasi,Travell agent,Pusat perbelanjaan hingga UMKM turut serta dalam event LSGS untuk menawarkan diskon khusus hingga 65% dan sekaligus juga memperkenalkan Produk-produk yang dimilikinya kepada wisatawan.

Para Pengelola City Hotel juga mengaku merasakan visibilitas atau keberadaan hotelnya kini lebih dikenal masyarakat atas berlangsungnya event LSGS ini. Untuk Golden Palace Hotel Occupancy tingkat hunian kamar mencapai 88,7%, begitu pula yang dirasakan Puri Indah Hotel & Convention karena permintaan kamarnya sempat melebihi kapasitas.

Sementara di Resort, seperti Kila Senggigi Beach Lombok, Holiday Resort dan SudamalaSuites and Villa bahkan telah habis dipesan hingga pecan ini, Aruna Hotel dengan Kapasitas 142 kamar juga telah mencapai 95%, The Jayakarta Lombok, Sheraton senggigi resort rata-rata terisi 70% dengan tamu Group MICE dan wisatawan mancanegara. Terbukti bahwa tujuan diadakannya event Lombok Sumbawa Great Sale 2018 adalah untuk mengantisipasi musim Low Season (Penurunan tingkat Kunjungan Wisatawan) ini telah tercapai.

“Abdul Hadi Faisal” Selaku Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga membenarkan bahwa tingkat hunian Hotel, baik City Hotel maupun Resort selama Low Season sama sekali tidak berpengaruh terhadap tingkat hunian, bahkan tingkat hunian hotel di NTB rata-rata diatas Nasional, yang dimana pada tingkat nasional berada di kisaran 62%, maka tingkat hunian di NTB mencapai 65%.

Tak hanya perhotelan, paket-paket wisata yang dijual oleh travel agent anggota DPD Asita NTB juga ikut merasakan peningkatan, “ kami akui selama pelaksanaan LSGS, travel agent dalam menjual paket wisatanya ikut meningkat, terutama tamu dari Malaysia, banyak yang datang untuk berwisata ke Lombok jelas “Dewanto Umbu Djoka” selaku Ketua ASITA NTB.

Demikian pula Wisata MICE, seperti meeting dan incentive juga mulai gencar berlangsung di Lombok “yang menarik, Wisata MICE kini tak lagi di dominasi oleh kegiatan dari pemerintahan saja, tetapi corporate-corporate (perusahaan swasta) juga sudah mulai menyelenggarakan kegiatannya di Lombok, Terang “Nurhaedin” selaku ketua DPD INCCA NTB.

“H.Tahrir” Selaku Ketua PUTRI (Pengusaha Taman Rekreasi Indonesia) NTB mengatakan banyaknya wisatawan yang datang berwisata ke Lombok, juga dirasakan para pelaku usaha taman rekreasi, “menariknya, keingintahuan terhadap keberadaan taman-taman rekreasi ternyata tidak di dominasi oleh para wisatawan saja. Namun masyarakat lokal juga sangat antusias untuk bertanya, bahkan masyarakat NTB sendiri juga sangat berminat terhadap tawaran-tawaran diskon besar yang ada di Lombok Smubawa Great Sale 2018.

Comments

Most Popular

To Top