Berita

Pertarungan Para Pepadu Memeriahkan Pelaksanaan Event Pesona Bau Nyale 2018

KUTA, LOMBOK TENGAH – pada tanggal 6-7 Maret 2018, masyarakat Lombok akan beramai-ramai menuju kawasan Mandalika untuk bersama-sama mengikuti Bau Nyale yang merupakan puncak dari event Pesona Bau Nyale 2018 yang di tetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu event nasional yang masuk dalam 100 Wonderfull Event yang di gagas oleh Kementrian Pariwisata.


Ada 12 rangkaian acara yang di suguhkan dalam Festival Bau Nyale tersebut, salah satunya ialah Presean (Stick Fighting). Presean tersebut akan berlangsung mulai pada tanggal 1-5 Maret 2018. Pantai Senek Kuta Desa Kuta Pujut, Lombok Tengah menjadi lokasi yang di pilih sebagai arena tarung presean dengan ukuran ring 14 meter x 14 meter.

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah H. Lalu Putria, S.Pd. M.Pd yang sekaligus dalam sambutannya berharap Agar pelaksanaan kegiatan ini dapat berlangsung lancar sehingga menarik minat wisatawan untuk datang ke NTB, khususnya Lombok.

Sebagai pembuka, acara Peresean ini dimulai dengan mempertemukan para Pepadu yang berasal dari Desa Pujut Lombok Tengah melawan pepadu yang berasal dari Desa Ketare Lombok Tengah. Yang disebut Pepadu adalah orang yang bertarung. Para pepadu terlihat gagah dengan menggunakan Sapuk (penutup kepala khas Sasak) dan kain khusus yang sudah dipersiapkan panitia. Para pepadu bertarung selamat 1 menit yang di bagi menjadi 3 ronde.

Masyarakat dan wisatawan yang hadir terlihat antusias menyaksikan para pepadu presean yang sedang bertarung memperlihatkan ketangkasan dan jati diri masing-masing.

Presean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras yang biasa disebut (ende). Presean sendiri disebut sebagai simbolis kejantanan para pemuda dan pria suku Sasak di Lombok. Presean ini juga di iringi dengan musik Gendang Beleq yang bertujuan sebagai penyemangat bagi para pepadu yang bertarung.

Comments

Most Popular

To Top