Berita

Rapat Koordinasi Percepatan Pemulihan Dampak Erupsi Gunung Agung Dan Persiapan Calender Wonderfull Event Pesona Bau Nyale 2018

Mataram – 25 Januari 2018, Dinas Pariwisata NTB mengadakan rapat koordinasi bersama stakeholder terkait dan Kementerian Pariwisata. Rapat koordinasi ini memiliki tiga agenda utama, yaitu; (1) recovery dan penumpasan dampak dari erupsi Gunung Agung, (2) Persiapan Bau Nyale sebagai salah satu agenda Wonderful Event 2018, dan (3) Persiapan Multilateral Komodo Naval Exercise.

Agenda rapat yang pertama disampaikan adalah terkait dengan recovery (pemulihan) dampak dari erupsi Gunung Agung membutuhkan evaluasi terhadap alur kerja pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat beserta pihak terkait yang terkena dampak. Proses pemulihan destinasi wisata tersebut didukung oleh stakeholder pariwisata, dengan melihat okupansi hotel yang masih stabil walaupun pada Januari 2018 Provinsi Nusa Tenggara Barat masih dihadapkan pada kondisi low-season. Okupansi hotel dengan presentase 65% pengunjung untuk city hotel, diharapkan dapat diterapkan juga untuk resort hotel. Salah satu langkah terkait pemulihan destinasi wisata adalah dengan menambah intensitas TIC (Tourist Information Center) untuk terlibat sebagai media informasi yang menyambungkan Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat sebagai pemantau aktivitas Gunung Agung dengan para wisatawan atau calon wisatawan. Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan optimalisasi penggunaan Bandara Internasional Lombok dan juga pelabuhan-pelabuhan yang berada di Nusa Tenggara Nusa Tenggara Barat.“Recovery yang kita lakukan bersama-sama yang di dukung oleh semua stakeholder pariwisata Alhamdulillah semakin hari semakin baik, akupansi Hotel kita sudah mulai membaik walaupun di Januari dan Februari biasanya kita berhadapan dengan Low Session, tetapi Alhamdulillah untuk kota mampu minimal sampai 70% akupansinya “, ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Muhammad Faozal, S.Sos, M.Si.

Gambar: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB saat menyampaikan sambutannya

Agenda dari rapat koordinasi yang kedua adalah tentang persiapan Festival Bau Nyale sebagai salah satu kalender event dari Kementerian Pariwisata, Wonderful Event 2018. Event ini akan diadakan dalam suatu rangkaian acara yang cukup panjang dimulai dari tanggal 20 Februari 2018 hingga tanggal 6 dan 7 Maret 2018 pada puncaknya. Nantinya dalam rangkaian acara tersebut, akan diadakan event-event seperti festival musik, surfing competition, hingga pemilihan Putri Mandalika. Adapun juga kompetisi bola voli yang nantinya akan dihadiri oleh 15 negara partisipan lainnya. Sehingga, menjadikan acara ini sebagai acara berkelas internasional. Rangkain acara secara lengkap dapat dilihat di gambar berikut:

Gambar : Rundown Festival Bau Nyale 2018

Pada rapat koordinasi ini, Bapak Sekretaris Daerah mengharapkan bahwa Festival Bau Nyale ini dapat berorientasi ke lingkup eksternal, dan tidak lagi berfokus pada lingkup internal. Maksudnya adalah bagaimana Festival Bau Nyale ini dapat mendatangkan wisatawan dari luar daerah, bahkan luar negeri. Sehingga Festival Bau Nyale ini dapat dinikmati oleh orang-orang dari seluruh penjuru dunia.

Gambar : Sekretaris Daerah Saat menyampaikan sambutannya

Dengan adanya event ini, diharapkan akan menambah sebanyak-banyaknya pengunjung dari luar daerah, bahkan luar negeri. Kementerian Pariwisata menambahkan bahwasannya Festival Bau Nyale ini merupakan event yang sangat strategis. Hal ini dikarenakan Festival Bau Nyale tidak seperti ikon-ikon kota lainnya yang menonjolkan pantai, gunung, ataupun air terjun, melainkan festival ini benar-benar unik dan hanya ada di Lombok. Sehingga Festival Bau Nyale tidak mempunyai kompetitor tertentu untuk dipasarkan. Kemudian Kementerian Pariwisata juga mengharapkan dengan adanya acara ini, dapat memudahkan pencapain target dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB untuk mendatangkan sebanyak 4 juta wisatawan mancanegara sehingga pada event-event selanjutnya, target tersebut dapat terpenuhi.

Terakhir, pembahasan tentang persiapan Multilateral Komodo Naval Exercise yang membahas tentang ringkasan acara dan juga rangkaian acara. Event Multilateral Komodo Naval Exercise ini diharapkan akan diikuti oleh 43 negara kerabat dan akan menghadirkan sebanyak 5500 prajurit asing. Event yang bertemakan kerjasama militer ini akan dilaksanakan berbentuk latihan kegiatan kemanusiaan, bukan berbentuk latihan perang. Kegiatan ini akan dilaksanakan di daerah perairan Lembar, dan akan memanfaatkan dermaga kedatangan kapal pesiar. Nantinya, kegiatan ini akan dilaksanakan oleh TNI-AL yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB, Kota Mataram, dan juga Kabupaten Lombok Tengah.

Kementerian Pariwisata menambahkan bahwasannya event ini dapat difungsikan tidak hanya sebagai wadah untuk mendapatkan pengetahuan, pertukaran informasi, dan menambah ilmu, namun juga sebagai salah satu peluang untuk mendatangkan wisatawan. Wisatawan yang diharapkan juga tidak hanya wisatawan nusantara, namun juga wisatawan mancanegara.

 

Comments

Most Popular

To Top