Berita

Rapat Koordinasi Persiapan Sail Indonesia Moyo Tambora 2018

Indonesia kembali mengambil bagian sebagai destinasi lintasan event internasional World Sail 2018 yang akan dilalui ratusan kapal Yacth dari berbagai negara, NTB kali ini mendapat kesempatan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan tersebut yang berlokasi di Sumbawa dengan tema Sail Moyo Tambora (SAMOTA). Usai menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan event tersebut, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal saat Conference Perss mengatakan, Kalender Event Sail Moyo Tambora 2018 akan dilaunching di Jakarta pada 14-15 Juli mendatang.

“Seremoni launching akan dibuka dengan pawai budaya Lombok-Sumbawa di areal Car Free Day (CFD), Thamrin-Sudirman di Jakarta. Kita rencanakan tanggal 14-15 Juli,” katanya, usai rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Sail Moyo Tambora 2018, Selasa (3/7) di Hotel Golden Palace, Mataram, NTB.

Seperti diketahui, Indonesia kembali mengambil bagian sebagai destinasi lintasan event internasional World Sail 2018 yang akan dilalui ratusan kapal Yacth dari berbagai negara, pada September mendatang. Tahun ini, Rally Sail Indonesia mengangkat branding Sail Moyo Tambora 2018 sebagai branding nasional, setelah tahun-tahun sebelumnya mengangkat branding Sail Sabang, Karimata, dan Bunaken.

Menurut Faozal, branding Sail Moyo Tambora untuk Sail Indonesia tahun ini menjadi moment yang baik untuk mempromosikan potensi wisata terutama wisata bahari di pulau Sumbawa.

Sejumlah kegiatan akan digelar selama jalannya Sail Moyo Tambora pada September mendatang, seperti pemeran bahari, diskusi internasional Asia Pasific Geopark Network, dan sejumlah event sport seperti Paralayang Internasional. Dijelaskan, sekitar 140 Kapal Yacth dari sekitar 35 negara akan melintasi jalur Sail Moyo-Tambora di perairan Indonesia. Tahun ini para peserta mulai berlayar dari dua lokasi start berbeda. Sebagian dari Darwin, Aurtralia, dan sebagian lainnya dari Singapura sejak awal Juni mendatang.

Kapal-kapal layar ini kemudian akan berkumpul di kawasan Labuhan Bajo, Flores, NTT pada 4 September nanti, untuk kemudian bersama-sama menuju lokasi puncak kegiatan di Teluk Saleh yang menjadi bagian dari kawasan minapolitan Samota (Saleh, Moyo, Tambora) di pulau Sumbawa,NTB.

“Puncak acara dilaksanakan di Teluk Saleh kawasan Samota tanggal 9 September, jadi sekitar 140 kapal yacht dari 35 lebih negara akan melintasi perairan kita khususnya di Sumbawa,” katanya. Faozal mengatakan, promosi eksotisme maritim di pulau Sumbawa akan lebih maksimal dalam Sail Moyo Tambora 2018, sebab kegiatan ini melibatkan empat Kementerian/Lembaga yang juga memiliki kegiatan dalam setiap rangkaiannya, selain Kemenpar RI.

Selain itu, dari sisi waktu, kata dia, rangkaian Sail Indonesia dengan branding Sail Moyo Sumbawa 2018 itu, akan menghabiskan waktu cukup lama di wilayah Nusa Tenggara Barat ini sejak 9 September hingga 22 September nanti. “Rangkaiannya akan diisi dengan beragam kegiatan mulai dari pameran, bazar, dan lain sebagainya,” tukasnya.

Seperti biasa, dalam kegiatan World Sail Internasional itu, para peserta Sail pasti akan menghabiskan waktu beberapa hari di setiap pelabuhan yacth yang disinggahi. Jika diasumsikan 140 Yacht masing-masing membawa 2-4 penumpang, maka diperkirakan potensi masuk wisatawan di NTB bisa mencapai 500 orang. Untuk kawasan yang disinggahi, efek domino kehadiran para peserta Sail ini juga akan berdampak bagi masyarakat terutama para pelaku UMKM. Sebab, para wisatawan ini akan membeli perbekalan dan juga cinderamata di destinasi tersebut.

Faozal menjelaskan, dalam Sail Moyo Tambora 2018 ini, sedikitnya lima Kabupaten dan Kota yang ada di pulau Sumbawa juga akan mengambil bagian dalam mempromosikan potensi pariwisata mereka, yakni Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, dan Kota Bima.Sementara di Lombok, para peserta juga akan berlabuh di Pelabuhan Yacht Medana Resort di Desa Medana, Lombok Utara pada pertengahan September. “Puncak kegiatan di Gili Mas akan dilaksanakan pada 22 September. Selain empat kementerian dan lembaga, Sail Indonesia dengan branding Sail Moyo-Tambora 2018 juga didukung oleh TNI AL yang akan menggelar Sail Pass dan lainnya menggunakan KRI,” tambah Faozal.

Event Sail Indonesia dengan branding Sail Moyo Tambora 2018 diharapkan bisa melecutkan potensi wisata bahari NTB ke kancah internasional.Seremoni Sail Moyo Tambora 2018 yang akan dilaksanakan di perairan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 9 September mendatang, direncanakan akan dibuka Presiden Joko Widodo dan dihadiri diplomat dari sejumlah negara.

Sekretaris Menko Kemaritiman, Agus Purwoto mengatakan, seremoni Sail Moyo Tambora 2018 di Sumbawa diharapkan bisa mendorong promosi potensi wisata di pulau Sumbawa, NTB, sekaligus menjadi ajang sinergitas antar Kementerian dan Lembaga yang memiliki program yang sama.

“Presiden akan menghadiri dan membuka seremoni Sail Moyo Tambora di Sumbawa 9 September nanti. Diplomat sejumlah negara juga akan hadir. Selain agar bisa melihat langsung event internasional ini, mereka juga bisa melihat bagaimana pembangunan Indonesia berjalan di daerah-daerah termasuk di Sumbawa,” kata Agus Purwoto, Selasa (3/7), usai menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Sail Moyo Tambora 2018, di Hotel Golden Palace, Mataram, NTB.

Agus mengatakan, branding Sail Moyo Tambora ini menjadi peluang bagi NTB untuk mempromosikan potensi wisata di Sumbawa. Jika dalam Sail-Sail sebelumnya perairan NTB hanya disinggahi sebentar, maka di rally Sail kali ini NTB akan jadi tuan rumah seremoni, di mana beragam kegiatan akan dilaksanakan sepanjang Sail melintas.
.

Menurut Agus, saat ini persiapan Sail Moyo Tambora sudah mantap. Sudah juga dilakukan survey berbagai pihak termasuk Kementerian dan Lembaga berkepentingan untuk melihat potensi konektivitas dan sinergi antar Kementerian dan Lembaga. “Jadi di Sail Moyo Tambora ini, beberapa program Kementerian dan Lembaga terkait bisa disinergikan waktu dan tempat pelaksanaannya di Sumbawa. Selain agar kegiatan ini lebih semarak karena semua terfokus di satu lokasi, Pemerintah juga bisa lebih fokus dengan hal apa yang akan diangkat,” katanya.

Agus menjelaskan, Sail Moyo Tambora bukan proyek euforia apalagi pengalihan kegiatan. Sebab, event ini sudah diusulkan Pemprov NTB sejak 2015 silam. Hanya saja, karena berbagai kendala dan pertimbangan, baru bisa terlaksana di NTB tahun 2018 ini. Menurutnya, Sumbawa layak dipilih sebagai lokasi seremoni Sail Moyo Tambora. Sebab pesona pulau Moyo di perairan Sumbawa sudah sangat terkenal di dunia. “Mendiang Lady Diana pernah berlibur di pulau Moyo, artis legendaris Mc Jagger, dan sejumlah tokoh besar pernah juga kesana. Artinya Moyo sudah mendunia,” katanya.

Selain itu, kawasan Gunung Tambora juga sudah dikenal luas. Letusan gunung berapi ini pada tahun 1815 silam bahkan sampai mengubah iklim di sebagian belahan bumi. Dua ikon ini sangat tepat untuk mendorong promosi potensi wisata lainnya di Sumbawa. Dalam rangkaian seremoni Sail Moyo Tambora di Sumbawa nanti, akan digelar juga sejumlah kegiatan internasional, seperti dialog budaya dan seminar internasional Asia Pasific Geopark Network, serta internasional paragliding. “Kita juga ada event Asean Games, dan itu kami titipkan juga sehingga para peserta bisa juga menikmati keindahan Sumbawa ini,” ucapnya.

Comments

Most Popular

To Top