Berita

Rapat Koordinasi Terkait “Wash (Water & Sanitation)” – Lombok




Dalam rangka penanganan darurat dampak Gempa Lombok bidang Air Bersih dan Sanitasi, telah diadakan rapat terkait Sarana air bersih dan sanitasi bertempat di POSPENAS BNPB di Airport Selaparang.

Dinas PUPR telah menyalurkan Pompa air tanah sebanyak 44 buah yang tujuannya digunakan untuk irigasi yang bisa juga dimanfaatkan untuk pompa air bersih di Lombok Utara dengan jumlah tandon yang sudah didistribusikan sebanyak 297 buah dan toilet portable sebanyak 219 buah.

Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang didukungan Kementerian Kesehatan juga telah melakukan pemeriksaan kualitas air dibeberapa titik dengan Hasil pemeriksaan laboratorium mengenai air bersih secara bakteriologi untuk E. Coli di 7 titik (Pemenang, Tanjung, Godang) sumber air bersih berkisar antara 130-5883/100ml air, dimana jumlah E.Coli tersebut sudah melewati ambang batas baku mutu air bersi yaitu 50/100ml.selain itu Dinkes Provinsi NTB sudah berkoordinasi dengan dinkes kabupaten Lombok Utara, Timur dan Tengah agar segera menyelesaikan RKM/KKM (rencana kerja masyarakat/kelompok kerja masyarakat).

terkait masalah MCK ada beberapa lembaga yang telah membangun dibeberapa titik diantaranya :

  1. Lembaga adventure 5 Burn melakukan pembangunan mck untuk kelompok disabilitas di Lombok timur dengan jumlah yang disesuaikan.
  2.  Kopermik membangun 25 MCK d desa Sembalun Lombok Timur dan 25 MCK di Desa Salut, Lombok Utara.
  3. Hope membangun MCK 22 buah di dusun Pandanan, Ds. Malaka, Lombok Utara.
  4. WVI membangun 28 MCK d Dsn Sokong, Lombok Utara dan 22 buah di Sajang, Lombok Timur.

Secara garis besar, paska bencana lombok di posko pengungsian, distribusi air bersih dan sanitasi sudah mulai membaik. Terkait pemberian Bantuan Langsung Masyarakat tahap pertama dialokasikan untuk 25 desa (10 desa di Kab. Lombok Utara, 5 desa di Kab. Lombok Barat, 5 Desa di Kab. Lombok Timur, dan 5 Desa di Kab. Sumbawa). Sisa bantuan logistik dari Kemenkes/Dit. Kesling sudah mulai kembali di sebar ke fasyankes dan pengungsian, dgn dibantu petugas sanitarian, dan babinsa setempat. Pelayanan medis juga tetap dilakukan baik secara statis maupun mobile.

Comments

Most Popular

To Top